Jogja. Episode Hutan Pinus, Aulia, dan Bis Handoyo

Baru buka blog 😐 *so what?*

Tanggal 23 Desember 2015, saya ke Jogja dengan tujuan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang pernah dilalui bersama mantan. Jadi saya dan teman-teman kuliah saya memang sudah merencanakan pertemuan yang biasa-biasa saja ini dari beberapa bulan yang lalu. Jadi pada heboh padahal cuma mau ketemu bilang “Hai” doang terus abis itu balik ke kota masing-masing #horangkayaaaah

Jadi, tanggal 23 saya tiba di Jogja pukul 8.45 pagi. Dijemput oleh Sholih dan Mima di bandara. Setelah dijemput, kita menuju ke kos Aa (nama aslinya Rian, tapi karena dia orang Majalengka jadi dipanggil begitu) di atas (Jl. Kaliurang). Notabene kosan Aa ini adalah basecamp kita sewaktu kuliah. Dan sedihnya sewaktu berkunjung ke kosan Aa, sudah tak seperti dulu lagi 😦

Makhluknya udah ganti, ga ada Thomas (sugar glider peliharaan Aa), ga ada temen-temen saya lagi, ga ada keramahtamahan lagi di kosan itu, dan kosannya udah sangat jorok dan kotor. Padahal yang terbayang saat ke situ adalah kenangan bersama teman-teman di kamar Syukron yang dekat dengan balkon. Baper :((

Udah ketemu Aa, kita langsung cabut aja ke kampus yang tinggal jalan kaki doang. Jalan-jalan dari FTI ke Rektorat udah banyak banget yang berubah *ga sempat foto karena asyik ngobrol pas jalan*. Pas lewat gedung FMIPA cuma bisa terplongo aja. Padahal dulunya gedung FMIPA dibilang kayak sekolah anak TK/SD.

Yaudah setelah jalan-jalan ke kampus, balik lagi ke kosan Aa. Trus ngajak makan di Nasi Balap di Jl. Kaliurang *lupa foto lagi karena keasyikan makan*. Entah apa enaknya nasi ini, padahal biasa aja tapi ngangenin pengen makan di situ. Wekekeke. Setelah sarapan (padahal udah jam 11), kita ngerencanain mau ke hutan Instagram. Maksudnya hutan yang lagi hits di Instagram. Hutan Pinus Imogiri. Continue reading

Advertisements

OM – PMR

Temen-temen, pada suka nonton Warkop DKI ga? Kalau iya, pasti udah ga asing sama OM PMR. OM PMR adalah grup orkes yang lagunya sering kita dengar lagunya muncul di rata-rata film Warkop. OM PMR itu kependekan dari Orkes Musik Pengantar Minum Racun. Unik 😀

OM PMR ngehits di tahun 70-80an dan mereka beranggotakan 6 orang. Pada tau Om Jhoni Iskandar dong ya? Ga mungkin ga ada yang tau beliau. Udah tua masih nyentrik huehehe. Nah beliau adalah vokalis OM PMR. 5 orang lainnya adalah Jhonny “Madumatikutu” Iskandar, Boedi Padukone, Yuri Mahippal, Imma Maranaan, Ajie Cetti Bahadur Syah, Harri “Muke Kapur”. Kok nama mereka kayak ke-India-Indiaan sih? Iya, jadi itu ciri khas mereka. Dan itu dinamai oleh Alm. Om Kasino. Formasi mereka masih lengkap saat ini dan ga ada anggota yang keluar ataupun yang diganti. Salut Om!

Continue reading

Selebgram Favorit

Ya ampun saya fashion stylist bukan, fashion editor juga bukan tapi udah nulis yang beginian seputar fashion, hahaha. Maapkan ya. Siapa sih yang ga suka tentang fashion? Kalau saya suka banget! Suka liat instagram cewek – cewek kece yang tiap hari posting #ootd mereka. Seneng aja sih lihatnya. Kayaknya apa yang mereka pake selalu cocok gitu yah *tapi kalo di kita belum tentu yah* Hihihi. Kalau saya sukanya yang simple tapi eyecatching.

Pokoknya yang simple bangeeeeeet, sederhana, dan ga banyak printilan! Saya punya beberapa selebgram favorit yang selalu saya cek timeline instagramnya. Siapa aja?

Continue reading

Indie Art Wedding, Sederhana Tapi Manis

Kalau bicara Indie Art Wedding, pasti ga jauh-jauh dari Efek Rumah Kaca. Fyi, Indie Art Wedding ini adalah duo. Personilnya cuma 2, tetapi sekarang jadi 3. Saya ga akan mengkritik tentang musik mereka, karena saya ga ngerti apa-apa tentang musik, saya hanya seorang fans dan penikmat musik mereka.

Kedua manusia unik itu adalah Cholil Mahmud dan Irma Hidayana. Masing-masing dari mereka punya latar  pekerjaan yang berbeda. Cholil Mahmud dikenal sebagai vokalis Efek Rumah Kaca, dan pioneer Pandai Besi (jadi vokalis juga). Sedangkan Irma Hidayana dikenal sebagai director di salah satu pekerjaan sosial yang bergerak di bidang pendidikan. Mereka berdua adalah sepasang suami istri. Mereka menikah pada tahun 2008 dan sekarang sudah memiliki anak bernama Angan Senja (unik yah), yang menjadi personil ke-3 dari Indie Art Wedding. Continue reading

Rindu Ingin Bertemu

Kalau saja kau melekat dekat, mungkin aku tak segundah ini. 

Harum badanmu yang selalu membuat rindu, indah wajahmu selalu buatku terpangku mengagumimu.

Kapan lagi aku punya waktu untuk habiskan kisah lara dan candaku bersamamu.

Mungkin kau sudah tahu semua rahasiaku, rahasia hatiku, dan rahasia hidupku.

Hanya saja waktu sedang tak berpihak padaku.

Aku rindu ruangmu, pelukmu, dinginmu, hangatmu, dan senyum indahmu.

Izinkan aku untuk menyicil langkah menujumu, Merapi. 🙂

Bapeeeeeeer. Lagi baper maksimal karena rindu berat sama Merapi. Iya, Gunung Merapi yang jaraknya sekitar 20 km dari kampus saya. Gila kali ya saya rindunya sama benda mati. Tapi, ya begitulah. Begitulah saya dan teman-teman saya.

Kita punya kebiasaan, paling tidak sebulan sekali ke Merapi (sewaktu masa-masa skripsi). Karena sudah penat dengan urusan skripsi yang ga kelar-kelar, Merapi jadi pelarian kita. Berangkatnya terserah. Mau setelah Ashar atau setelah Maghrib, atau sehabis Subuh karena cuma pengen pulang balik dan ga nginep.

Continue reading

Musim Hujan

Musim hujan musimnya gantung sepatu buat yang suka naik gunung. Waduh, saya sudah beberapa bulan nih gantung sepatu dan Kitti (carrier saya), sudah hampir setahun kali ya ga naik gunung. Yaudah lupakan soal naik gunung, karena musim hujan juga masih banyak bisa ngelakuin hal ini -itu. Plintiran di selimut misalnya. Enak~

Kalau hujan, pada suka dengerin musik apa? Saya mau ngasih rekomendasi musik yang enak banget kalau didengerin pas hujan lagi turun.  Continue reading

Macam – Macam Karakter Customer

Selamat malam 🙂

Baru pulang kerja (22.23 WIB) enaknya ngadem di kamar, mainan internet sambil minum infused water. Segeeeeeeeeeer. Ini saya mau curhat sebagai pedagang tentang beberapa karakter customer.

  1. Customer Afgan

Tau lagu Afgan yang judulnya Sadis kan? Nah, itu tuh yang saya maksud. Sadis nawarnya! :))) Pernah nih ya saya jualan semacam bros gitu, saya kasi harga 100.000, ditawar 25.000. Langsung pasang muka lempeng 😐 Yah Ibuuuuuu, jangan segitu juga kali Bu. Itu modal saja ga dapet Bu 😦
Continue reading