Tempat Umum dan Toleransi

Sudah lama sekali pengen nulis ini, tapi harus bener-bener diamati dulu. Kalau masalah bukti, saya ga sempat foto, tapi pasti kalian semua sudah pernah liat sendiri. Ini masalah tempat umum dan penggunanya yang bikin resah. Di mana aja? Menurut saya di kelima tempat ini.

  1. Self Service Restaurant

Saya yakin sebagian besar dari kita pasti pernah makan di restoran ini. Dimana? Yap, KFC, Mc Donalds, dan sejenisnya. Tapi tahukah kita bahwa restoran ini semua-semua harus sendiri? Mulai dari pesan, ambil, makan, dan buang. Buang maksud saya adalah membereskan bekas kita makan. Tapi, saya amati kebanyakan customer tidak peduli akan hal itu.  Tidak peduli atau tidak tahu ya? Mungkin keduanya. Bahkan banyak tisu berserakan juga di atas meja. Kadang ada juga tulang ayamnya ditaroh gitu aja di atas meja tanpa alas. Kadang saya mikir, dia kalau makan di rumah apa begitu juga ya? Saya yakin, Ibu kita pasti ngajarin kalau apa yang keluar dari piring itu harus dikutip kembali supaya ga kotor.

Continue reading

Advertisements

Nonton Efek Rumah Kaca

Halo semua!

Hari ini mau cerita tentang manggungnya Efek Rumah Kaca di Medan! Aheeeey! *terlalu senang*

Tanggal 26 Februari 2016 yang lalu, Efek Rumah Kaca (ERK) manggung di Suara Nafiri Convention Hall Medan. Irisdecent February adalah nama acaranya. Acara ini bertujuan charity. Jadi, hasil penjualan tiket bakal didonasikan ke beberapa yayasan penyandang cacat dan sekolah luar biasa yang ada di Medan. Iridescent February ini acaranya berlangsung selama 2 hari. Esok harinya dilanjutkan acara Photography and Cinematography Expo (PACE) with Jand Wee Studio. Saya datang hari pertama doang karena antusias sekali dengan ERK. Continue reading

Cewek Tomboy atau Boyish

Halo kaliaaaaaan!

Cewek tomboy? Boyish? Salah ga sih sebenarnya? Menurut agama sudah pasti salah, tapi bagaimana kalau konteks boyish hanya dari gayanya saja, bukan dari sifatnya? Kalau dilihat-lihat dari komentar teman-teman saya, saya termasuk cewek boyish. Kalau dilihat dari sifat, teman-teman saya bilang kalau saya keibuan. Ehm. Karena tutur kata yang lembut, ga pernah marah, penurut, dan pinter masak. Haduuuuh saya jadi enak loh dibilang begini. *mau muntah silahkan*

Dulu waktu SD sukanya main pecah piring, manjat pohon jambu di halaman rumah, atau nonton pertandingan bola di lapangan dekat rumah nenek. Sewaktu SMP saya lebih memilih sepatu keds daripada sepatu yang unyu ada pitanya. Sewaktu SMA, karena sudah mulai berkerudung, saya agak mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang menjurus ke boyish.

Masa kuliah saya kuliah di jurusan teknik. Jadi, 90% teman-teman saya adalah laki-laki :))) Kalau ke kampus saya lebih suka pake kemeja dan kaos kemana-mana dibandingkan dress. Motif baju kalau ga garis-garis, kotak-kotak, ya polos. Yang motif bunga-bunga juga bisa dihitung. Rok bisa dihitung hanya punya paling banyak 5 pcs, untuk praktikum, sidang, dan mata kuliah yang mewajibkan pakai rok. Selebihnya penuh dengan jeans, dan celana kain. Untuk tas juga sangat tidak suka dengan tas tangan yang narohnya di pergelangan siku 😐 lebih milih tote bag, ransel, atau tas carrier sekalian buat naik gunung dan jalan-jalan. Saya merasa nyaman aja dengan pake kemeja atau kaos, celana jeans, dan sepatu keds.

Sewaktu kuliah, saya dan teman-teman suka sekali naik gunung. Dan dari situlah bibit-bibit tomboy datang lagi. Bawa carrier, bangun tenda, tidur di tanah, mungkin hal-hal yang ga banget bagi cewek girly, tapi bagi cewek tomboy itu jadi sesuatu yang menyenangkan. Teman-teman saya ngajarin hal itu semua sama saya. Jadi satu-satunya perempuan dalam perjalanan mendaki juga sering. Tapi saya merasa baik-baik aja dan ngerasa ga risih sama sekali.

Saya pernah keluar makan dengan teman saya, trus saya pake rok, temen saya heran

“Loh kok pake rok sih?”

“Iya, celana pada di laundry”

“Ga kamu banget itu. Hahahahaha”

Sewaktu ketemuan di Jogja, saya pakai sepatu bunga dan bawa koper aja, temen saya komentar gini :

“Kok sepatumu bunga-bunga sih Wi? Lah kok bawa tas petak (koper) sih Wi?”

“Lah kan aku perempuan :-|”

“Oh iya ya. Lupa aku. Uwi yang dulu bukanlah Uwi yang sekarang” ini Aulia si kampr*t yang nanyain

20160208_125405

padahal sepatunya gini doang. heels juga enggak.

Tapi, temen-temen saya walaupun suka ngecein saya kayak gitu, kalo curhat pada ke saya. Saya dengan senang hati dan ilmu sok tahu saya menjawab pertanyaan dari kegundahan hati mereka. Walaupun dibilang tomboy, bukan berarti saya ga ngerti kosmetik :p Saya mesti tahu dasar-dasarnya, dan itu dimulai sejak kerja setahun yang lalu. Biarpun tomboy begini, saya lipstick mania :))) Ke departement store ga kelewatan outlet lipstick. I’m a type of rarely using makeup for my daily. But when lipstick calling, i’m a girl after all :))) Begitulah kira-kira.

Jadi, gimana pendapat kalian tentang cewek tomboy?

Jogja. Episode Hutan Pinus, Aulia, dan Bis Handoyo

Baru buka blog 😐 *so what?*

Tanggal 23 Desember 2015, saya ke Jogja dengan tujuan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang pernah dilalui bersama mantan. Jadi saya dan teman-teman kuliah saya memang sudah merencanakan pertemuan yang biasa-biasa saja ini dari beberapa bulan yang lalu. Jadi pada heboh padahal cuma mau ketemu bilang “Hai” doang terus abis itu balik ke kota masing-masing #horangkayaaaah

Jadi, tanggal 23 saya tiba di Jogja pukul 8.45 pagi. Dijemput oleh Sholih dan Mima di bandara. Setelah dijemput, kita menuju ke kos Aa (nama aslinya Rian, tapi karena dia orang Majalengka jadi dipanggil begitu) di atas (Jl. Kaliurang). Notabene kosan Aa ini adalah basecamp kita sewaktu kuliah. Dan sedihnya sewaktu berkunjung ke kosan Aa, sudah tak seperti dulu lagi 😦

Makhluknya udah ganti, ga ada Thomas (sugar glider peliharaan Aa), ga ada temen-temen saya lagi, ga ada keramahtamahan lagi di kosan itu, dan kosannya udah sangat jorok dan kotor. Padahal yang terbayang saat ke situ adalah kenangan bersama teman-teman di kamar Syukron yang dekat dengan balkon. Baper :((

Udah ketemu Aa, kita langsung cabut aja ke kampus yang tinggal jalan kaki doang. Jalan-jalan dari FTI ke Rektorat udah banyak banget yang berubah *ga sempat foto karena asyik ngobrol pas jalan*. Pas lewat gedung FMIPA cuma bisa terplongo aja. Padahal dulunya gedung FMIPA dibilang kayak sekolah anak TK/SD.

Yaudah setelah jalan-jalan ke kampus, balik lagi ke kosan Aa. Trus ngajak makan di Nasi Balap di Jl. Kaliurang *lupa foto lagi karena keasyikan makan*. Entah apa enaknya nasi ini, padahal biasa aja tapi ngangenin pengen makan di situ. Wekekeke. Setelah sarapan (padahal udah jam 11), kita ngerencanain mau ke hutan Instagram. Maksudnya hutan yang lagi hits di Instagram. Hutan Pinus Imogiri. Continue reading

Selebgram Favorit

Ya ampun saya fashion stylist bukan, fashion editor juga bukan tapi udah nulis yang beginian seputar fashion, hahaha. Maapkan ya. Siapa sih yang ga suka tentang fashion? Kalau saya suka banget! Suka liat instagram cewek – cewek kece yang tiap hari posting #ootd mereka. Seneng aja sih lihatnya. Kayaknya apa yang mereka pake selalu cocok gitu yah *tapi kalo di kita belum tentu yah* Hihihi. Kalau saya sukanya yang simple tapi eyecatching.

Pokoknya yang simple bangeeeeeet, sederhana, dan ga banyak printilan! Saya punya beberapa selebgram favorit yang selalu saya cek timeline instagramnya. Siapa aja?

Continue reading

Rindu Ingin Bertemu

Kalau saja kau melekat dekat, mungkin aku tak segundah ini. 

Harum badanmu yang selalu membuat rindu, indah wajahmu selalu buatku terpangku mengagumimu.

Kapan lagi aku punya waktu untuk habiskan kisah lara dan candaku bersamamu.

Mungkin kau sudah tahu semua rahasiaku, rahasia hatiku, dan rahasia hidupku.

Hanya saja waktu sedang tak berpihak padaku.

Aku rindu ruangmu, pelukmu, dinginmu, hangatmu, dan senyum indahmu.

Izinkan aku untuk menyicil langkah menujumu, Merapi. 🙂

Bapeeeeeeer. Lagi baper maksimal karena rindu berat sama Merapi. Iya, Gunung Merapi yang jaraknya sekitar 20 km dari kampus saya. Gila kali ya saya rindunya sama benda mati. Tapi, ya begitulah. Begitulah saya dan teman-teman saya.

Kita punya kebiasaan, paling tidak sebulan sekali ke Merapi (sewaktu masa-masa skripsi). Karena sudah penat dengan urusan skripsi yang ga kelar-kelar, Merapi jadi pelarian kita. Berangkatnya terserah. Mau setelah Ashar atau setelah Maghrib, atau sehabis Subuh karena cuma pengen pulang balik dan ga nginep.

Continue reading

Musim Hujan

Musim hujan musimnya gantung sepatu buat yang suka naik gunung. Waduh, saya sudah beberapa bulan nih gantung sepatu dan Kitti (carrier saya), sudah hampir setahun kali ya ga naik gunung. Yaudah lupakan soal naik gunung, karena musim hujan juga masih banyak bisa ngelakuin hal ini -itu. Plintiran di selimut misalnya. Enak~

Kalau hujan, pada suka dengerin musik apa? Saya mau ngasih rekomendasi musik yang enak banget kalau didengerin pas hujan lagi turun.  Continue reading