Nonton Efek Rumah Kaca

Halo semua!

Hari ini mau cerita tentang manggungnya Efek Rumah Kaca di Medan! Aheeeey! *terlalu senang*

Tanggal 26 Februari 2016 yang lalu, Efek Rumah Kaca (ERK) manggung di Suara Nafiri Convention Hall Medan. Irisdecent February adalah nama acaranya. Acara ini bertujuan charity. Jadi, hasil penjualan tiket bakal didonasikan ke beberapa yayasan penyandang cacat dan sekolah luar biasa yang ada di Medan. Iridescent February ini acaranya berlangsung selama 2 hari. Esok harinya dilanjutkan acara Photography and Cinematography Expo (PACE) with Jand Wee Studio. Saya datang hari pertama doang karena antusias sekali dengan ERK. Continue reading

Advertisements

Jogja. Eps. Temu Kangen

Selamat malam makhluk ciptaan Tuhan.

Ini basi banget ga ya kalau ngelanjutin Jogja episode selanjutnya?

Jadi, setelah Aulia nyampe Jogja dengan selamat, keesokan harinya kita berangkat jalan-jalan ke pantai arah Gunung Kidul. Permintaan Aulia, kita pergi ke pantai yang belum pernah kita kunjungi. Tujuan kita ke Pantai Ngobaran, dan Ngrenehan. Kita berangkat ga pagi-pagi banget dari Jogja, sekitar jam 11an setelah makan di Sop Pak Min untuk mengenang menu sarapan saat kuliah dulu.

Setibanya di Pantai Ngobaran, gerimis. Tanpa babibu, kita langsung naik ke tebingnya. Untuk menuju tebingnya sudah disediakan tangga, jadi ga ekstrim. Sampai di tebingnya, kita foto-foto dan sok gegayaan pose yoga. Failed. Yang ada kita malah ngilu ngeliat ke bawah, dan takut aja tiba-tiba kaki kita keplekok, dan… jangan dibayangin ah. Continue reading

Cewek Tomboy atau Boyish

Halo kaliaaaaaan!

Cewek tomboy? Boyish? Salah ga sih sebenarnya? Menurut agama sudah pasti salah, tapi bagaimana kalau konteks boyish hanya dari gayanya saja, bukan dari sifatnya? Kalau dilihat-lihat dari komentar teman-teman saya, saya termasuk cewek boyish. Kalau dilihat dari sifat, teman-teman saya bilang kalau saya keibuan. Ehm. Karena tutur kata yang lembut, ga pernah marah, penurut, dan pinter masak. Haduuuuh saya jadi enak loh dibilang begini. *mau muntah silahkan*

Dulu waktu SD sukanya main pecah piring, manjat pohon jambu di halaman rumah, atau nonton pertandingan bola di lapangan dekat rumah nenek. Sewaktu SMP saya lebih memilih sepatu keds daripada sepatu yang unyu ada pitanya. Sewaktu SMA, karena sudah mulai berkerudung, saya agak mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang menjurus ke boyish.

Masa kuliah saya kuliah di jurusan teknik. Jadi, 90% teman-teman saya adalah laki-laki :))) Kalau ke kampus saya lebih suka pake kemeja dan kaos kemana-mana dibandingkan dress. Motif baju kalau ga garis-garis, kotak-kotak, ya polos. Yang motif bunga-bunga juga bisa dihitung. Rok bisa dihitung hanya punya paling banyak 5 pcs, untuk praktikum, sidang, dan mata kuliah yang mewajibkan pakai rok. Selebihnya penuh dengan jeans, dan celana kain. Untuk tas juga sangat tidak suka dengan tas tangan yang narohnya di pergelangan siku 😐 lebih milih tote bag, ransel, atau tas carrier sekalian buat naik gunung dan jalan-jalan. Saya merasa nyaman aja dengan pake kemeja atau kaos, celana jeans, dan sepatu keds.

Sewaktu kuliah, saya dan teman-teman suka sekali naik gunung. Dan dari situlah bibit-bibit tomboy datang lagi. Bawa carrier, bangun tenda, tidur di tanah, mungkin hal-hal yang ga banget bagi cewek girly, tapi bagi cewek tomboy itu jadi sesuatu yang menyenangkan. Teman-teman saya ngajarin hal itu semua sama saya. Jadi satu-satunya perempuan dalam perjalanan mendaki juga sering. Tapi saya merasa baik-baik aja dan ngerasa ga risih sama sekali.

Saya pernah keluar makan dengan teman saya, trus saya pake rok, temen saya heran

“Loh kok pake rok sih?”

“Iya, celana pada di laundry”

“Ga kamu banget itu. Hahahahaha”

Sewaktu ketemuan di Jogja, saya pakai sepatu bunga dan bawa koper aja, temen saya komentar gini :

“Kok sepatumu bunga-bunga sih Wi? Lah kok bawa tas petak (koper) sih Wi?”

“Lah kan aku perempuan :-|”

“Oh iya ya. Lupa aku. Uwi yang dulu bukanlah Uwi yang sekarang” ini Aulia si kampr*t yang nanyain

20160208_125405

padahal sepatunya gini doang. heels juga enggak.

Tapi, temen-temen saya walaupun suka ngecein saya kayak gitu, kalo curhat pada ke saya. Saya dengan senang hati dan ilmu sok tahu saya menjawab pertanyaan dari kegundahan hati mereka. Walaupun dibilang tomboy, bukan berarti saya ga ngerti kosmetik :p Saya mesti tahu dasar-dasarnya, dan itu dimulai sejak kerja setahun yang lalu. Biarpun tomboy begini, saya lipstick mania :))) Ke departement store ga kelewatan outlet lipstick. I’m a type of rarely using makeup for my daily. But when lipstick calling, i’m a girl after all :))) Begitulah kira-kira.

Jadi, gimana pendapat kalian tentang cewek tomboy?